AHLAN WA SAHLAN....

butterfly n rose

Rabu, 17 Desember 2008

Bunga-Bunga untuk Para Pewisuda



Bunga dari mahasiswa yang jenuh: 16 Juni 2008
Bunga dari mahasiswa yang skeptis: 19 November 2008
Bunga dari mahasiswa yang relijius: 19 November 2008

(klik baca selanjutnya)


Bunga dari mahasiswa yang jenuh: 16 Juni 2008
Koridor-koridor ini sudah ribuan kali kulewati. Juga kelas-kelas ini, ribuan kali kumasuki. Tapi hampa, tapi sunyi. Inikah yang dia sebut jenuh, Kawan?
Tak ada yang ku toreh di kampus ini. Entah mengapa. Aku selalu tertinggal jauh di belakang
Mahasiswa dengan Pesta, Buku dan Cinta. Juga Agenda “Kura-Kura”. Wan, kapan aku bisa memakai toga?
Silent Savana: Aku berkata kepada ayahandaku… kelak aku diwisuda dengan Lagu Darah Juang dan Sumpah Mahasiswa
Gadissurat: Kita punya pertanyaan yang sama. Hush! Kata teman “Hindari wisudaH di usia dini”
K’Ann: Semua akan indah pada waktunya ^__^
Aldrian: Kalo gak putus asa! He.. he..
Ahdian: Maksudnya? Duh gak ngerti…
Putra: 17 Nov 08/ Jenuh dengan kampus,,, 3 tahun, masuk tahun ke empat,, wajah-wajah baru, rupa-rupa lama. Dinamika! Menjemukan!

Bunga dari mahasiswa yang skeptis: 19 November 2008
Koridor sunyi. Ruang kelas menyajikan retorika hambar. Miskin realita. Bunga-bunga hanya sebatas ekspresi. Wisuda hanya sebatas ceremony. Bahkan ujian kompre hanya sebatas legalisasi
Mahasiswa mana yang tak ingin memasang toga? Aku pun menginginkannya. Tapi tidak untuk membungkus batok kepala yang kosong ilmunya.
Ah, apalah arti sarjana? Bila akhirnya menjadi cecunguk saja?

Bunga dari mahasiswa yang relijius: 19 November 2008
(Atau mungkin mereka akan lebih suka dengan Bunga ini)
Kawan-Kawanmu bersorak dengan euforia ceria. Lisanmu tak henti-henti menghatur do’a. pujilah ALLAH setinggi-tingginya! Lantaran telah kau penuhi selaksa harapan Ayah Bunda. Semoga ilmumu merebak semesta

0 comments:

Posting Komentar

dari Goodreads