Ramadhan to Dzhulhijjah. Antara lebaran dan lebaran, baru kali ini kupenuhi janjiku untuk menulis postingan tentang Ramadhan 1429h-ku. Tapi tiadalah yang basi tentang Ramadhan, karena dia selalu didamba di setiap tahun
Malam 1 Ramadhan 1429 H: Aku akan menjadi manusia yang lebih baik. Mulai Ramadhan ini hingga seterusnya. Menjadi seorang pekerja keras dan tidak akan malas, apalagi terbuati angan-angan. Bismillah…
Aku harus membuat revolusi di FKMKI, kuliah, puskomda, ROHIS. Aku harus menebus keterpurukanku dengan cercagai cara yang cerdas, kreatif, efektif. Manage semuanya baik-baik. Allahu Akbar!!
1 Ramadhan: Dunia sungguh kejam bagi orang-orang yang tidak disiplin
2 Ramadhan: dari Aya dan Azzam (Sinetron Ramadhan Para Pencari Tuhan) : Mengapa orang yang saling mencintai justru akan saling menyakiti?
4 Ramadhan: ibrah dari Aku ‘vs’ Bu Chandra. Aku takut mengahadap manusia karena telah berbuat kesalahan. Maka Allah, aku tersadar, di akhirat nanti ketakutan itu akan jauhlebih besar. Maka ampunilah hamba dari segala dosa. Sehingga ketika aku menghadapMU kelak, ketakutanku adalah karena keMahaPerkasaan-Mu dan ijinkan aku bahagua berada di sisiMu yang mulia
8 Ramadhan: orang-orang tidak akan menemukan karya ketika dia tidak mempublikasikannya. Kesalahanku selama ini adalah karena tidak pernah selesai untuk memulai
9-11 Ramadhan: “Kenapa bergetar, Indah? Bicaramu kacau! Sorot kecerdasan itu merasukimu!” Jangan! Jangan! Aku takut luar biasa! Mereka berceloteh tentang “serasi” dan orang itu. Oh, itu sungguh indah. “Hei Indah, mengapa berbunga-bunga?”
11 Ramadhan dst: Aku merindukannya di setiap buku, lego-lego, koridor, dan aroma rumput pagi.
13 Ramadhan: untuk Ukh.Vina, aku begitu mengagumimu. Sungguh. Meski kau kerap mengatakan bahwa kau tidak memiliki apa-apa dan tidak tahu apa-apa. Tapi sungguh, kau punya semangat yang membuatku iri. Sense of Belongingmu terhadap dakwah ini sungguh besar. Kau kerap mengatakan iri pada FKM yang banyak kadernya. Tapi sungguh, ukhti, kader-kader Agro jauh lebih militant.
13 Ramadhan: How Fresh! Hari ini, aku bertemu dengan orang-orang baru di MAKES, Masjid Al-Markaz Al Islamy Makassar. Awalnya iseng-iseng saja aku ke sana. Ternyata, They all so Great!! Good Community! Knowledge, Language, Friendship. Ku kan tingkatkan semuanya. Moga dirahmati Allah. Amin
13 Ramadhan: ini yang kupelajari: setiap kita berazzam untuk menjadi lebih baik, maka kita akan bertemy dengan orang-orang yang baik pula. If there is a will, there is a way. “Ud’uni astajib lakum” (Berdoalah maka akaum AKU kabulkan)
17 Ramadhan: Pak Anwar “Hal yang membedakan negara miskin dengan Negara maju adalah Kepercayaan Diri dan Kemauan yang Kuat”
18 Ramadhan: K’Tambra “Hal yang membedakan orang-orang di Negara maju dengan Negara kita adalah Semangat dan kesungguhan mereka ‘They always keep in spirit!’, mereka selalu bersungguh-sungguh dan pantang menyerah dalam menjalankan sesuatu.
Pekan ke3 Ramadhan: Catatan dari Bedah Film Turtles Can Fly:
- Cinta yang dangkal? Hei, seperti apakah cinta yang dalam yang kau maksudkan?
- Film-film yang dari Arab, Irak, Afganistan, dsb biasanya bertempo lambat dan menceritakan tentang perjalanan religius seseorang
- Ending dari Film Turtles Can Fly menyiratkan bahwa ini adalah awal dari kelahiran seorang tokoh dan pergerakan yang besar
- Taksonomi bertanya: “Apa, Siapa, Dimana” untuk menanyakan konteks, “Bagaimana” untuk menanyakan substansi, “Kenapa” untuk menanyakan nilai/norma
- Orang-orang mengingat hal-hal yang dianggapnya penting saja. Ku rasa aku akan mengingatmu juga
19 Ramadhan: seorang Ustadz dalam ceramah terawihnya
- Manusia terlalu rindu akan sejarah dirinya
- Agama datang untuk menyadarkan manusia akan janjinya dulu di alam roh… Arasy bergetar ketika janji itu dilanggar…
- Janji adalah sesuatu yang sakral
- Jangan gunakan logika ketika berbicara pahala. Melihat hal-hal yang ghaib tidak dengan mata, melainkan dengan keimanan.
20-an Ramadhan: seorang Ustadz di Al-Markaz “I think you must to manage your time. Not the time manage you”
25 Ramadhan: Hari ini aku bahagiaaaa sekali! Kenapa? Karena aku bahagia! Itu saja!
25 Ramadhan: Kapiltalis, individualis, spritualis, narsis, gingitivis (lho?), osteoporosis (hehe). Hei, bagaimana dengan Aliansi Seniman dan Sastrawan Ternama yang kita bentuk? Setelah nonton Laskar Pelangi, mungkin kita bisa launching di Nusa Dua Bali. Hehehe
26 Ramadhan: Aku sakit demam! Bukan Demam Berdarah! Bukan Chikungunya! Bukan Demam Tulang! Bukan Yellow Fever! Bukan! But I really really sick! Fever! Laskar Pelangi Fever! Tapi aku tak mau sembuh. Hehehe…
30 Ramadhan: Yup, awa’ pulang kampuang juga, banyak budak-budak disini, bikin seronok dan gaduh. “Sekolah ni kan tak boleh ditutup”
1 Syawal: Shalat Ied di Masjid Mujahidin Pangkep, yang paling berkesan adalah khotbah Idul Fitrinya. Inilah Ied pertama yang sangat berkesan di hidupku. Khotbah dibawakan oleh Prof. Dr. dr. Noer Bachry Noor, Msc, PhD, beliau adalah dosen yang sangat kubanggakan di FKM Unhas, dia juga sahabatnya kakekku. Teringat, Beliau pernah menjitak kepalaku dengan lembut, sambil berkata “Kau secakep dan secerdas kakekmu”. Hehehe ^_^
AHLAN WA SAHLAN....
butterfly n rose
Rabu, 10 Desember 2008
Diary Ramadhan yang Tercecer:
Gaya Kepemimpinan ala Eugene Krab

Eugene Krabs? Siapa dia? Apa salah seorang saingannya Mahmud Ahmadinejad? Rivalnya Barrack Obama? Atau justru teman sepermainannya Soekarno?
Eugene Krabs. Mungkin tak banyak orang yang tahu tokoh itu, tapi bila kusebut “Tuan Krabs”, anak-anak penggemar kartun Nickelodeon atau teman-temanku sekalian yang pernah menonton Kartun Spongebob Squarepants akan kontan berseru “Oh, Tuan Krabs yang itu”
Yah, kita bisa belajar tentang kepemimpinan darimana saja, bukan hanya dari buku-buku tebal lagi berat, yang harus dibeli -tak boleh dipinjam- lantaran sukar dilahap dalam sehari, dan terkadang dilupa juga beberapa pekan setelah membacanya.Buku-buku yang kadang bikin kepala puyeng dengan istilah-istilah tingkat tingginya.
Ternyata kepemimpinan bisa juga dipelajari dari hal-hal sederhana,sesederhana kita berdiam sejenak di taman bermain anak-anak Play Group, TK atau SD. Menyaksikan mereka membentuk kelompok-kelompok bermain, dan selalu saja ada di antara mereka yang paling vokal dan sok ngatur. Bakat kepemimpinan yang jouvenil. Atau sesederhana kita menonton film kartun di TV, sekaliber beratnya Samurai X, One Piece atau Naruto yang kerap menyajikan pesan-pesan kehidupan dan kepemimpinan yang sangat mengena. Atau bahkan menonton film kartun yang sekaliber ringannya SpongeBob Squarepants.
Lalu ternyata Eugene Krabs, atau Tn. Krabs bisa juga dijadikan rujukan bagi para pemimpin –juga para pebisnis tentunya.
Dia adalah pebisnis yang selalu melihat peluang keuntungan dari segala kejadian. Mencari segala yang gratis tapi bisa menghasilkan uang (tentunya). Oportunis! Ya itulah dia. Banyak berkaca dari sini untuk belajar tentang prinsip ekonomi “Pengorbanan sekecil-kecilnya untuk keuntungan yg sebesar-besarnya”
Dalam mengelola Restoran Krusty Krabsnya. Dia sangat mengutamakan pelayanan prima demi kepuasan para pelanggannya, hingga pernah Squidward harus bersabar lama menghadapi permintaan seorang anak (ikan) kecil yang macam-macam. Dan tahukah kalian, di brosur iklan Restoran Krusty Krabs ada “Jaminan 100% uang kembali bila merasa tidak puas dengan produk dan pelayanan kami” meskipun kata-kata itu ditulis di sudut bawah dengan font yang luar biasa mininya (jadi heran, sebenarnya maksudnya apa?). Tn Krabs juga menjaga kerahasiaan bumbu Krabsby Patty-nya agar tidak dicuri oleh si Plankton. Karena resep rahasia itu adalah hartanya yang sesungguhnya
Kalau dilihat dari gaya kepemimpinannya, Tn. Krabs termasuk pemimpin yang demokratis dan kharismatik. Dia punya pendekatan berbeda pada dua karyawan yang juga berbeda karakternya. Squidward Tentakel yang menganggap segala yang luar biasa itu biasa-biasa saja, yang selalu membohongi diri sendiri, skeptis dengan segala oportunitas, serta menjalani pekerjaan sebagai rutinitas yang membosankan. Berbalik 180 derajat dengan Spongebob Squarepants yang selalu menganggap hal-hal kecil adalah hal yang luar biasa. Dia polos, lugu dan jujur, mudah putus asa namun mudah pula bersemangat membara.
Suatu hari Squidward pernah berkata “Mengapa harus dilakukan hari ini kalau bisa dilakukan besok?”, maka dengan tepat pernyataan itu ditangkis oleh Tn.Krabs “Ai..ai..ai..ai.. Tapi hari ini adalah besoknya kemarin!”. Banyak lagi tindakan-tindakan Tn.Krabs yang menohok, membuat Squidward mau tak mau tetap harus bertahan di restoran itu.
Berbeda dengan menghadapi Spongebob, dia memberikan banyak pujian dan penghargaan pada kokinya itu. Seolah-olah Tn.Krabs memberikannya jabatan yang sangat penting.
“Tara..! Dapur ini milikmu! Kau bebas melakukan apa saja! Lihatlah spatula yang berkilauan ini, penggorengan yang hangat ini, acar yang lucu ini, juga Krabsby Patty buatanmu yang mmm..mm… lezat sekali ! Kau adalah raja di sini! Kau hebat, Spongebob!” Lalu dia akan memberikan lencana dan topi murahan pada karyawannya itu, seolah-olah memberikannya penghargaan karena menjalankan tugas yang sangat mulia. Maka lihatlah hasilnya, dedikasi Spongebob terhadap Krusty Krabs sangat tinggi.
Hebat benar Derek Drymon mencipta karakter Eugene Krabs dan menyutradai kartun ini. Dengan bahasa yang lucu dan sederhana, yang cukup dinikmati selama 15 menit per episodenya. Kartun ini telah terkualifikasi sebagai salah satu yang terpopuler di kalangan anak-anak, remaja, bahkan ibu-ibu rumah tangga. Pesan-pesan moral dan edukasi di film ini juga disampaikan dengan menarik dan ringan, sehingga semua orang mudah mencernanya, terutama anak-anak.
Bukankah kita bisa belajar dari mana saja, kapan saja dan dari siapa saja? Bahkan dari tokoh sefiktif Eugene Krabs, Squidward Tentakel dan Spongebob, yang tercipta dari pikiran imajinatif yang dituangkan berupa gambar warna-warni di atas carikan kertas. Ternyata benar sekali kata Paman Tyo “Bahasa yang paling universal dan mudah dimengerti adalah bahasa gambar”, juga kata Kak Anto “Orang-orang akan lebih mudah menangkap pesan melalui karikatur, kartun dan gambar”
Akhirnya, ingin kukatakan kepada teman-teman sekalian yang membaca ini. Nontonlah film kartun ini, tidak perlu dengan menjadi penonton yang kritis, cukup nikmati saja seperti mengunyak keripik singkong. (Lho kok ku malah ngiklan ya? Hai Nick, berapa insentif-ku?)
Makassar, awal Desember 2008
--thanks for Ukhti Lina yang selalu memanggilku “Chi Bob” karena ku selalu telat ngampus gara-gara pagi-pagi nonton kartun Spongebob dulu (hehehe), juga Raidah yang menginsiprasi lewat SMS lucunya, dan yang terTerima kasih adalah Fikri--adikku yang SD-- yang pertama kali mengajakku menonton kartun ini dan memanggilku kalau kartun ini tayang lagi (secara jadwalnya aneh-aneh)
Kamis, 27 November 2008
Bintang Berkicau Sepi

Malam gelap saja…
Biarkan bintang berkicau
Meski cuma satu dua
Inginku hanya berpuisi
Dan nyamuk-nyamuk pun bercengkrama
Menjadi pesaksi
Aku sendiri lagi
Sudahlah, itu terlalu pasti
Kereta itu meroda tiada perduli
Dunia makin kejam dengan acuhnya
Oh..
Aku sungguh rindu Bundaku
Yang bersenandung Bukit Berbunga tiap pagi
Haruskah diri ini memanja lagi?
Oleh: Khaulah Al-Fitri
--di sudut jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar
Juni 2008
Mereka yang Menginspirasi Karya-Karyaku

[sebenarnya tulisan ini garing banget, gak layak posting, tp sudahlah, q benar2 mau bercerita ttg ini. setidaknya dapat menjawab pertanyaan2 dari para fans ku. hehehehe]
Bukan Putu Wijaya, Stephen King atau Ernest Hemingway, juga bukan Affandy atau Leonardo da Vinci, tapi inilah orang-orang yang sangat menginspirasi dan memotivasiku dalam berkarya:
1. Bapak Toa: kakekku (alm), dia biasa berdongeng sebelum kami tidur, membacakan dongeng yang belakangan ku tahu adalah karangannya sendiri, dongeng yg paling imajinatif yg pernah dia ceritakn adalah ttg pertandingan antara Ahli Laut dan Ahli Angkasa, Ahli laut membuat ikan paus imitasi yg terbuat dari besi dan bisa menyelam, Ahli Angkasa membuat kuda terbang dari kayu yang ketika terbang, dia menemukan kerajaan di atas awan, lalu akhirnya menjadi juara. Bapak Toa juga biasa mengajariku matematika pada saat liburan sekolah, biasanya sambil mengajar, dia menggambar hewan-hewan. Dari beliaulah kutemukan karya sastra dan seni pertama kali dalam hidupku
2. Om A'mal: (Abdul Halid Hasan -nama panggilan yg sangat tidak nyambung), adik ibuku. Menurutku dia punya selera sastra dan seni yg sangat baik. dia teman diskusiku sejak aku masih SMA. Darinya banyak kudapatkan nasihat2 bijak yg jarang kudengar dari mulut orang lain. Bagiku, dia adalah kamus ilmu pengetahuan! hampir semua hal yg kutanyakan selalu bisa dia jelaskan.Dia juga yg pertama kali mengajariku cara menggambar mata tokoh kartun perempuan.
3. Pemuda jalanan: Aku pulang sekolah, masih pagi,mungkin waktu itu aku SD kelas 3. di perjalanan pulang, kudapati ada cowok gondrong yg dandanannya rada preman, menurutku dia salah seorang Slankers -sekedar info, Slank itu band yg paling kubenci. Waktu itu dia tidak nongkrong rame2 sambil nyanyi2, tp sendirian, menggambar di atas aspal jalan pake kapur tulis. gambar yg sangat besar, wajah laki2 yg dandanannya sejenis dgn dia. Baru kali itu ku terpesona dgn aksinya.
4. Seorang mahasiswa yang berKKN di SD ku: waktu itu, aku kelas 6 SD, ada beberapa mahasiswa yg mengajar di kelasku dan salah seorang mahasiswa laki2 yg menurut mata kanak2 ku lumayan cakep (dasar! masih kecil dah jelalatan) adalah yg paling aktif, dia menjelaskan bahasa Inggris sambil menggambar.. Wow!! luar biasa. dari situlah aku mulai penasaran gimana sih menggambar itu?
5. Mamaku: waktuku kecil, dia selalu kuminta menggambar, gambar yg paling sering dia buat adalah bunga dan pohon pisang (standar banget ya?), suatu hari dia menggambar Donald Bebek, Snoopy dan Mickey Mouse, besar dan bagus warnanya. lalu bersama Aiko dia menempelnya di dinding kamarku, sebenarnya mamaku bukan orang yg pintar2 amat menggambar, tp menurut mata kecilku waktu itu gambarnya bagus sekali
6. Bapakku: dia sangat tidak tahu menggambar, tapi dia senang sastra. dia suka berpuisi. dia biasa diminta untuk membuat puisi untuk acara perpisahan SMA. Suatu hari dia pernah membantuku membuat karangan berjudul "Berlibur di Rumah Nenek", tapi karena pamanku ketawa meledek, akhirnya aku yg waktu itu masih kelas 6 SD marah2 dan berkata "Aku sudah besar!! Berlibur di Rumah Nenek kekanak2an sekali !!"
7. Aiko, Nunu dan Ulfa: adik dan sepupu-sepupuku, kami bertiga sejak kecil biasa mengarang cerita dan mengarang lagu2, nada lagu2 kami kadang diambil dari soundtrack kartun, kadang kami benar2 membuatnya sendiri. Kami juga biasa berkirim surat dan bercerita tentang film2 dan daftar Organ bulan ini (Organ=Orang Ganteng) hehehe. Suatu kali pas pindah rumah, aku menemukan surat2 kami, dan beberapa cerita karangan kami: "Putri Viling" karya Dilla, "Sepatu untuk Hasan" karya Nunu, dan yg paling keren ini: "Petualangan Conway di Negeri Agtua" karyaku (tentu saja) hehehe. ternyata sejak kecil kami memang kreatif! Hohoho
8. Pak Syahid: guru seni lukisku di SMP. Seorang lelaki paruh baya dengan rambut sedikit gondrong yang sebagiannya mulai memutih. Dia mengajariku tentang teknik mengarsir, simetritas gambar, juga teknik membuat ornamen. Dan yg paling berkesan adalah karena dia selalu memuji karya2ku. Hehehe
9. Pak Jay: (Zainuddin), guru seni lukisku di SMA. Dia mengajari kami teknik mengarsir hitam putih, juga teknik menggunakan cat air, gradasi warna dll. Pelajaran yang paling membekas bagiku adalah membuat (aku lupa namanya) semacam bingkai yg berisi gambar bunga2 dan serangga taman. Ternyata dia menyukai bingkaiku yg rumit dan unik. Waktu itu dipilih beberapa yg terbaik untuk dipajang di ruang guru, dan karyaku adalah salah satunya hehe
10. Waone: (Wawan) teman sekelasku di SMA kelas 1 dan 2. menurutku dia seniman sejati! Manga, animasi, otak atik Corel (secara jaman itu program ini masih langka banget), membuat film. Semua diembatnya!! Dia selalu menjadi murid kesayangan Pak Jay. aku tidak pernah bisa mengalahkannya (secara di kelas q tenggelam banget). Tapi dialah yg membuatku terus berkarya dan berkarya. Aku gak tahu dia skrg kuliah dimana. Dengar2 sih di IKJ. sepertinya dia mau menjadi sutradara. Moga ketika itu terwujud, dia masih mengingatku. Hehehe.. (dapat kenalan sutradara film? Seru tuh)
11. Aru: (Nasaruddin), teman SMA ku yang hobi menulis. Cerpennya bisa menghebohkan seantero sekolah. Wah wah!! Sisi jeleknya, dia pernah kedapatan guru menggambar cewek bugil saat pelajaran masih berlangsung di kelas. Tapi yg paling menghebohkan adalah beberapa bulan setelah peristiwa itu, dia tiba-tiba menjadi seorang ikhwan yg luar biasa Gadhdhul Bashor nya: anti melirik ke arah cewek apalagi menatap. Setahuku sejak itu dia aktif di Wahdah Islamiyah, mungkin saja sampai sekarang (aku gak pernah dengar kabarnya lagi). Semoga karya2nya selalu tercipta
12. Yanuardi Syukur dan S. Putra Sulaiman: orang2 FLP (Forum Lingkat Pena) yes..! yes!! Akhirnya aku menemukan mereka!!!
[Postingan ini benar2 gak penting banget ya?? Tapi namanya juga blog pribadi, jadi terserah empunya dong, mau diisi apa saja.. hehehe.. silakan kalo ada yg mau baca n mengomentari…]
Jumat, 21 November 2008
Imagine = John Lennon

You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
hope someday you'll join us
And the world will live as one
Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today...
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people
Living life in peace...
You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will be as one
Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people
Sharing all the world...
You may say I'm a dreamer
But I'm not the only one
I hope someday you'll join us
And the world will live as one
When The Children Cry = White Lion

when the children cry
let them know we tried
cause when the children sing
then the new world begins
little child
dry your crying eyes
how can I explain
the fear you feel inside
cause you were born
into this evil world
where man is killing man
but no one knows just why
what have we become
just look what we have done
all that we destroyed
you must build again
when the children cry
let them know we tried
cause when the children sing
then the new world begins
little child
you must show the way
to a better day
for all the young
cause you were born
for all the world to see
that we all can live
with love and peace
no more presidents
and all the wars will end
one united world
under god
when the children cry
let them know we tried
cause when the children sing
then the new world begins
what "have we" become
just look what we have done
all that we destroyed
you must build again
no more presidents
and all the wars will end
one united world
under god
when the children cry
let them know we tried
when the children fight
let them know it ain't right
when the children pray
let them know the way
cause when the children sing
then the new world begins
Jumat, 14 November 2008
PERHATIAN!!!
PERHATIAANN!!!
TA'LIMAT
WARNING!!
ACHTUNG!! ACHTUNG!!
COMING SOON...
LAUNCHING MOSLEM ADVENTURE CREATIVE DESIGN
SEGERA!!
YALLA YALLA...!
Kangen Lagi
Salam rindu tuk semua teman-teman, saudara seperjuangan, akhi-ukhti, ummi-abi, sappiseng, cappo', choy, de el el yang masih selalu setia mengunjungi A World of Words to Share
lama nian tak memposting tulisan dan update blog lagi.. hehehe...
sekali lagi, banyak sekali yang mau kutulis.. >_<
isi kepalaku seperti mau tumpah!! tapi mengalirkan ide-ide ke jari-jemari tuk mengetiknya di atas tuts keyboard itulah yang susah =(
Tapi akhirnya setelah sekian lama bersemedi di kamar Sederhana, kamar 501, lego-lego FKM, naungan Ki Hujan, Al-Aqsho, Wesabbe, LAN Antang..,,hehehe.. kutulislah puisi ini..
Alhamdulillah to ALLAH
thanks, jazakallah, danke, arigatou, terimakasih atas segala yg menjadi inspirasi
=P
PS: tunggu lagi posting2 selanjutnya ya!
Lazuardi, Magenta, Billitonite dan Pualam

Tuk Aiko saja
Kala senja,
Lazuardi biru berubah Merah Magenta
Kini dirubahnya lagi menjadi Billitonite Hitam
Billitonite
Kuingat Belitong
Yang pesisir pantainya kemilau elegan setiap malam
###
Aku tlah berlari dari senja ke pagi
Pagi Putih Pualam
Menyeka kelam
Membias kabut malam
Bagaimana kabarmu pagi ini?
Adakah berteman Sunyi?
Cobalah bernyanyi
Aku ada menemani
...
Ku hirup pagi
dan rumput yang wangi terinjak sepatumu
Segala senja
Segala malam
Segala pagi
Kau kurindu
Kurindu
Adakah rinduku tiba padamu?
Segala Senja

Puisi-Puisi Senja November untuk Aiko, Elang, Pengejar Layangan, Gadis Cangkang, Ahdian, Liez Luchu dkk
5 November 2008
Khaulah AF:
Senja dan sunyi
Laut, burung, matahari,,
Seno Gumira telah mencuri senja itu
Lalu kucuri lagi dan kuberikan untukmu
###
Pengejar Layangan/Ridhonesia:
Hujan. Petir. Nyanyian amphibi berlendir hijau
Yang selalu tiba
Menyingkirkan layangan dari bintang biru
Khaled Hosseini gelisah..
Gadis Cangkang/Gadissurat:
Kembalikan pada tempatnya! supaya orang menganggapmu lebih matahari daripada matahari!
###
8 Nov 08
Khaulah AF:
Sapa Senja...
Mega-Mega berarak syahdu
Langit merah
Lalu berubah ungu
Mentari cerah
Kini redup pilu
Kapankah kau belah
Segala beku gugu?
O Senja
Hati sepi sudah
Adakah kau tiba?
Kau kutunggu..
Kutunggu
###
Pengejar Layangan:
Berbicara khidmat
Berbisik tenang
Bergema diam
Mungkin berkumpul karena lelah
Lalu menaro, menari
Gelap hingga lelap
Seperti hidup untuk bermimpi
Seperti merambat malam demi hadir sepi...
Gadis Cangkang:
Saya tak bisa datang hari ini. Buku-buku mengepungku di pusat kota. Saya memenuhi janji seorang teman. untuk menghadiri bedah buku yang beliau tulis sendiri
9 Nov 08
Khaulah AF:
Senja. Senja..
Selalu ada cinta berarak di balik mega-meganya
Pelintang Pulau merayu
Layang-Layang berlalu
Hujan di sini
Meningkah sunyi
Katak-katak bernyanyi
Segala senja, kutitip puisi
###
Pengejar Layangan:
Aku masih ingin merenunginya
Sebelum malam bawa kelam
Mungkin pada senja yang diam
Ketika riuh teredam
Takutku dalam maya
Aku tak temukan dia
Sungguh dianugerahi aku
Sungguh terberkahi aku,
mengetahuinya

