Mulai hari ini, teman-teman dapat mengunjungi blogku di
http://khaulah-alfitri.blogspot.com
kenapa harus pindah??
sebenarnya ini karena keAwamanku mengotak-atik blogspot, awalnya cuma mau rubah template, tapi jadinya malah tulisanku terhapus semua!! termasuk komentar2 yang ada di Shout Out box..Astaghfirullah, padahal komentar dari kalian sungguh sangat berharga bagiku...
AHLAN WA SAHLAN....
butterfly n rose
Selasa, 03 Maret 2009
Ubah Template
Jumat, 20 Februari 2009
Kutitip Namanya di Tanah Suci
Pangeran Berkuda??
Hhh...
Telah kutitip namanya pada Om Issi dan Tante Ani
Pada Om Munir dan Tante Siang
Juga pada Unda Bua dan Dato' Boddie
Untuk disebutkan di atas Tanah Suci, di dalam Masjidil Haram, di hadapan Ka'bah yang mulia...
di hadapan Sang Pemilik Cinta Sempurna
di hadapan Yang Maha Kasih
Hhh..hhh..
Kutitip namanya
berkali-kali, berulang-ulang
Sepanjang malam-malam,
sepanjang pagi-pagi
sepanjang siang-siang
sepanjang senja-senja
sepanjang cerah-cerah
sepanjang hujan-hujan...
Fiuh..
Adakah dia mendengarnya???
Lubang di Hati

Ku buka mata dan ku lihat dunia
‘tlah ku terima anugerah dunia
Tak pernah aku menyesali yang ku punya
Tapi ku sadari ada lubang dalam hati
Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh hati
Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang mampu melengkapi lubang dalam hati
Ku mengira hanya dialah obatnya
Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti
Apakah itu kamu apakah itu dia
Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita
Yang ’kan mengisi lubang dalam hati
Senin, 02 Februari 2009
Sudah Berganti
Kepala alhamdulillah masih satu. Tapi umur sudah "berkepala" 2. Ni berarti q bukan teen-ager lagi. Kalau minum susu penguat tulang, bukan lagi Hi-Lo teen. Kata para psikolog, umur2 ini masuk kategori dewasa muda (bener gak?), bukan lagi masa pencarian jati diri, melainkan masa di mana seorang sudah memiliki jati diri. Sudah punya perspektif kehidupan sendiri, bahkan sebagian orang di umur ini sudah bisa membiayai dirinya sendiri, bahkan lagi sebagian orang di umur ini sudah bisa membiayai diri orang lain selain dirinya, sudah memikirkan tentang pendamping hidup yang benar2 soulmate yang bukan sekedar Cinta Monyet, bahkan sebagian sudah mempersiapkan nama2 anaknya kelak.Hmhm...
Kita kadang juga merasa masih ingin seperti remaja yang bebas berleha-leha. Biasanya orang yang seumuran ini (kalau dia kuliah) sudah berada di semester2 akhir, dan sayangnya, kadang terlalu "Berjiwa Muda", seolah2 baru merasakan Ospek minggu lalu, padahal adik yg diOspek juga sudah mengerjakan skripsi seperti halnya drirnya bahkan melampaui dirinya. Inilah yang pernah kukatakan pada Sappiseng dgn istilah "didahului masa depan".Hmhmh,,,
Ah, sudah berganti. [Diri sudah sampai di biru, bukan lagi putih, sebentar lagi merah]
Panggilan juga kadang berganti. Saat ini, aku sangat bersyukur bila suatu kali ada orang yang tak ku kenal memanggilku dgn kata "mba", atau "adek" asal bukan "bu".
Pegawai di sebuah supermarket suatu hari pernah menyerempetku, aku menoleh dan dia berkata "Maaf, Bu" padahal mba itu kalau kutaksir umurnya tidak lebih muda dariku. Ah, apakah aku setua itu? Indikasi "Ibu" ini juga makin bisa diterima bila seseorang mendapatiku berjalan di antara rak2 supermarket, di deretan popok dan memasukkan Sweety ukuran M isi 20 lembar di dalam trolley belanjaanku, lalu mengambil lotion Zwitsal bentuk tube
Lalu kala itu, seorang ibu (kutaksir umurnya hampir 30) di sebelahku bertanya "Itu untuk apa, Bu?" (lagi2 dengan "Bu")
kujawab "Ini bagus dioleskan di selangkangan bayi, kulit bayi kadang iritasi karena keseringan pake popok. Oleskan ini, biasanya bisa langsung sembuh, ini lebih efektif dari merek2 lain, tapi tergantung juga sama kulit bayi cocoknya pake produk apa". Mendengarku, ibu di sebelahku manggut2 mengerti. Ah..
Lalu, semakin jelas saja "bu" itu, bila trolley belanjaanku ku arahkan ke tempat mainan anak2 untuk membeli bebek karet, giring-giring (kerincingan), dsb. Apalagi bila lanjut ke bagian freezer, membeli nugget, sayur, atau bumbu2 dapur.
Dan suatu kali ketika seseorang menelponku saat aku berada di rumah, dia mendengar suara sayup-sayup bayi yang menangis di dekatku. Dan ketika kugendong bayi kecil itu mencari udara segar di pekarangan, dan seorang petugas penagih listrik datang dan menyapaku dengan kalimat "Lucu sekali anaknya, Bu" (Ah...lagi2 "Bu")
Hmhm..tiba2 ku teringat kalimat Sang Pengembara "met hari Ibu, jadi ibu yang baik ya!" atau kalimat Chi2 "mang lagi ngapain, Bu?", jelas mereka bercanda, tapi kalau yang ini, dikatakan oleh seorang pemilik rumah yang kudatangi pas pendataan door to door KKN dulu "Mari masuk, Bu!", dia mengatakannya dengan menunduk hormat dan mengangsurkan tangan ke pintu. Sungguh tak mungkin dia bercanda. Seperti tak bercandanya kalimat yang diucapkan sopir pete-pete (angkot-pen) ketika ku sodorkan ongkos 5 ribuan "Tadi naik dimana, Bu?"
Benar2 sudah berganti panggilan itu. Lalu kuhitung lagi, masaku di dunia ini memang sudah cukup lama. Lebih 20 tahun. Entahlah,, apakah aku cepat menyadarinya atau lambat,dan manakah yang lebih baik? menyadarinya lebih cepat atau lebih lambat? Bahwa diri telah tua. Dan bertanya lagi aku "Ah, setua ini, apasaja yang telah kuperbuat?"
Rabu, 17 Desember 2008
DIALOGIFORA (5) : Pasticimotmu
Seorang pemuda yang kau tahu
Berlari dari Senja ke Senja
Aku menunggunya di atas Bangku Batu yang Bundar
Hingga pada Suatu Subuh
Dian kan terbit bersama mentari
Untuk menguarkan aroma rumput dari sepatu dan rahangnya
Lalu ku kan bertanya padanya
“Hei Kunang-Kunang, masihkah Layang-Layangku kau simpan?”
Entah,
Dalam segala senja selalu ku ingat dia
Karena dia selalu bercerita tentang Senja dan Kunang-Kunang
Karena dia adalah Ketakutan yang ku rindu
--Khaulah Al-Fitri
Makassar, 2 Desember 2008
Rabu, 10 Desember 2008
PARADE PUISI KHAULAH AL-FITRI

Aku menobatkan November 2008 sebagai Bulan Puisi. Dan kau akan selalu saja menemukan SENJA dalam setiap prosanya. Mengapa harus SENJA? Tanyakanlah itu pada Seno Gumira Ajidarma yang telah mencurinya dalam rangkaian diksi yang indah.
(Juga terimakasihku pada SIM Card yang mempromokan SMS murahnya pada segaris senyum manis seorang Gadis Kecil yang terlahir dari pasangan Penyanyi-Keyboardist . Mereka membantuku mengembangkan sastra lewat SMS- SMS Senja. hehehe)
DIALOGIFORA (4) : Senja Selalu
Selalu saja ada yang ingin kukisahkan pada merah senja yang dia takuti
Remang kegamangan yang dia benci
Sorot mata yang jernih seperti permukaan danau tersiram cahaya jagad raya
Juga suara bening yang mengalir seperti terjunan air gunung-gunung
Gunung-gunung yang pernah kutitipkan salam padanya
Pada masa-masa yang tidak ku tahu sejak kapan jingganya
Lalu,
Dia hanya akan kulihat berlari dengan ransel tercepuk-cepuk di punggungnya
Mengangguk-anggukkan kepala dan menghentak-hentakkan kaki saat menyaksi paraga
Atau merangkai kata di atas padang rumputnya yang sepi
Selalu saja ada aroma yang menguar dari legam kulitnya
Namun ketakutanku menginginkannya untuk pergi
Pergi, berlari, sebelum pertanda-pertanda itu semakin banyak terjadi
Oh Tuhan, salahkah bila pesonanya kusaksi?
DIALOGIFORA (3): Wer bin Ich?
Wer bin ich?
Eine Madchen? Das Gold? Das Schüssel? Das Buch?
Wer bin ich??
Ich bin eine Kleines Kind
Was gibt’s?
Leibst du mich? Geht das?
Ja? Nein? Nocht nicht?
Antworten dich nicht!!
Es freut mich sehr…
Danke
Du bist ein Suss Mann
Ich bin eine Kleines Kind
Das Kleine Kind wartet
Entschuldigen dich bitte
….
Wer bist du?
Du bist mein Madchen, mein Gold, mein Schüssel, mein Buch…
Wer bist du?
Du bist ein Süss Madchen, du bist mein Liebe…
Was gibt’s? Ja! Ich liebe dich…
Machen dich sich keine Sorgen
Ich werde kommen nach dich
So, werten dich bitte…
Danke!
Nb: Verzeihung, kalo Deutch-nya kacau-kacau. Hehehe…
DIALOGIFORA (2): Simbol
Kau bergerak, kau berlari, kau berteriak
Aku melamun
Simbol di mana-mana!
Toko Buku, Kunang-Kunang dan Senja,
Kau sungguh gemar akan prosa
Koridor, Kota Gotham dan Pintu satu
Kau ada di mana-mana
Hei Herr!
Yang manakah Cinta yang Dangkal yang kau sebutkan dalam Taksonomi Bertanyamu?
Apakah Edensor atau Kapal Tenggelam?
Apakah Ahli Kimia atau Pengejar Layang-Layang?
Ataukah Kura-Kura yang Sanggup Terbang?
Ternyata tidak semuanya! Kau hanya membuatku takut saja…
Benar dirimu, meski kata-kata hanya selalu terbang bersama angin
Dan segala yang ditulis adalah abadi
Tetapi kau hanya membuat simbol-simbol imagi
Yang pada semua orang bisa kau bagi
Lalu akhirnya,
Kau akan membuat Seratus Tahun ku Sunyi lagi
--Khaulah Al-Fitri
early October 2008, revised on December 2008
Nb: Gak jadi disetor ke Identitas
DIALOGIFORA (1) : Malam BBM
Khaulah:
Lagi! Kisah tentang merananya Nelangsa. Entah kapan kisah ini akan usai. Aku sudah lelah melakoninya. Ini Parade Pilu, Karnaval Kelabu, Teater Tangis. Aku sudah hapal Dialog Deritanya
Herr :
… Cahaya telah kau rampas dari biji mataku… derita sudah naik seleher… kau meindas sampai di luar batas
Khalulah:
Derita mengurung seperti tawanan di ruang bawah tanah. Tak ada cahaya yang membias untuk mata. Di sana ada pasung untuk si Tertuduh. Sakitnya telah tiba di lehernya
Herr :
Maka biarkan aku melawan… untuk tanah Nenek Moyangku, untuk Ibundaku!
Herr :
Ini adalah Sinetron Siluman, tak layakk ditonton anak sekolah. Suruh dia tidur saja! Malam sudah gelap sedari dulu. Biar gelap! Seperti mata yang tercabut retinanya. Benar mengerikan!
Nenek Moyangmu menangis menyaksikan Cerita Cengkau in, Film Feodal in mengisahkan Anak Bangsa yang menyepuh pedang memenggal cucunya. Lalu bagaimana kamu melawan bila tubuhmu disalib?
Herr:
Matanya tak bisa terpejam, Kawan. Ada bara di bawah kelopaknya
Khaulah:
Bara di matamu justru hanya membawa pedih. Ketika kau menangis melihat derita ini. Maka baranya akan mati. Padahal kau sangat ingin menangis menggantikan ibu dan nenek moyangmu yang telah kehilangan mata
Herr:
Aku menunggu angin meniup bara di mataku, hingga tiba waktunya tubuh kecilku menjadi kobaran api. Di langit dan tanahku tercinta, ijinkan aku menciummu sebelum lebur.
Khaulah:
Itulah jawabnya! Bila semua manusia memiliki bara, maka bara akan menjadi api yang menghanguskan keserakahan dan menghangatkan kebekuan hati Sang Pemilik Negeri. Biar tanah dan langit mencium kalian lebih dulu.
Herr:
Air matanya secemerlang kobaran Molotov
Khaulah:
Maka biarkan airmatanya menetesi lilin harapan. Agar cahayanya membias semesta dan sukma
Teman, lakonku telah usai, nenek moyangku mengusap matanya yang bersimbah haru dan berkata “Himpunlah api itu, biat jasad ini yang menjadi angin dan kayu bakarnya”
--Sederhana B11, 3 Juni 2008
DIALOGIFORA
Teruntuk seseorang yang sampai sekarang masih kubayangkan berbagi cerita dengannya, tentang buku-buku, film-film, istilah-istilah aneh, bahasa melayu dan banyak lagi. Hal-hal yang terlalu sederhana yang semua orang mungkin menganggapnya sangat tidak berguna...
Kamis, 27 November 2008
Mereka yang Menginspirasi Karya-Karyaku

[sebenarnya tulisan ini garing banget, gak layak posting, tp sudahlah, q benar2 mau bercerita ttg ini. setidaknya dapat menjawab pertanyaan2 dari para fans ku. hehehehe]
Bukan Putu Wijaya, Stephen King atau Ernest Hemingway, juga bukan Affandy atau Leonardo da Vinci, tapi inilah orang-orang yang sangat menginspirasi dan memotivasiku dalam berkarya:
1. Bapak Toa: kakekku (alm), dia biasa berdongeng sebelum kami tidur, membacakan dongeng yang belakangan ku tahu adalah karangannya sendiri, dongeng yg paling imajinatif yg pernah dia ceritakn adalah ttg pertandingan antara Ahli Laut dan Ahli Angkasa, Ahli laut membuat ikan paus imitasi yg terbuat dari besi dan bisa menyelam, Ahli Angkasa membuat kuda terbang dari kayu yang ketika terbang, dia menemukan kerajaan di atas awan, lalu akhirnya menjadi juara. Bapak Toa juga biasa mengajariku matematika pada saat liburan sekolah, biasanya sambil mengajar, dia menggambar hewan-hewan. Dari beliaulah kutemukan karya sastra dan seni pertama kali dalam hidupku
2. Om A'mal: (Abdul Halid Hasan -nama panggilan yg sangat tidak nyambung), adik ibuku. Menurutku dia punya selera sastra dan seni yg sangat baik. dia teman diskusiku sejak aku masih SMA. Darinya banyak kudapatkan nasihat2 bijak yg jarang kudengar dari mulut orang lain. Bagiku, dia adalah kamus ilmu pengetahuan! hampir semua hal yg kutanyakan selalu bisa dia jelaskan.Dia juga yg pertama kali mengajariku cara menggambar mata tokoh kartun perempuan.
3. Pemuda jalanan: Aku pulang sekolah, masih pagi,mungkin waktu itu aku SD kelas 3. di perjalanan pulang, kudapati ada cowok gondrong yg dandanannya rada preman, menurutku dia salah seorang Slankers -sekedar info, Slank itu band yg paling kubenci. Waktu itu dia tidak nongkrong rame2 sambil nyanyi2, tp sendirian, menggambar di atas aspal jalan pake kapur tulis. gambar yg sangat besar, wajah laki2 yg dandanannya sejenis dgn dia. Baru kali itu ku terpesona dgn aksinya.
4. Seorang mahasiswa yang berKKN di SD ku: waktu itu, aku kelas 6 SD, ada beberapa mahasiswa yg mengajar di kelasku dan salah seorang mahasiswa laki2 yg menurut mata kanak2 ku lumayan cakep (dasar! masih kecil dah jelalatan) adalah yg paling aktif, dia menjelaskan bahasa Inggris sambil menggambar.. Wow!! luar biasa. dari situlah aku mulai penasaran gimana sih menggambar itu?
5. Mamaku: waktuku kecil, dia selalu kuminta menggambar, gambar yg paling sering dia buat adalah bunga dan pohon pisang (standar banget ya?), suatu hari dia menggambar Donald Bebek, Snoopy dan Mickey Mouse, besar dan bagus warnanya. lalu bersama Aiko dia menempelnya di dinding kamarku, sebenarnya mamaku bukan orang yg pintar2 amat menggambar, tp menurut mata kecilku waktu itu gambarnya bagus sekali
6. Bapakku: dia sangat tidak tahu menggambar, tapi dia senang sastra. dia suka berpuisi. dia biasa diminta untuk membuat puisi untuk acara perpisahan SMA. Suatu hari dia pernah membantuku membuat karangan berjudul "Berlibur di Rumah Nenek", tapi karena pamanku ketawa meledek, akhirnya aku yg waktu itu masih kelas 6 SD marah2 dan berkata "Aku sudah besar!! Berlibur di Rumah Nenek kekanak2an sekali !!"
7. Aiko, Nunu dan Ulfa: adik dan sepupu-sepupuku, kami bertiga sejak kecil biasa mengarang cerita dan mengarang lagu2, nada lagu2 kami kadang diambil dari soundtrack kartun, kadang kami benar2 membuatnya sendiri. Kami juga biasa berkirim surat dan bercerita tentang film2 dan daftar Organ bulan ini (Organ=Orang Ganteng) hehehe. Suatu kali pas pindah rumah, aku menemukan surat2 kami, dan beberapa cerita karangan kami: "Putri Viling" karya Dilla, "Sepatu untuk Hasan" karya Nunu, dan yg paling keren ini: "Petualangan Conway di Negeri Agtua" karyaku (tentu saja) hehehe. ternyata sejak kecil kami memang kreatif! Hohoho
8. Pak Syahid: guru seni lukisku di SMP. Seorang lelaki paruh baya dengan rambut sedikit gondrong yang sebagiannya mulai memutih. Dia mengajariku tentang teknik mengarsir, simetritas gambar, juga teknik membuat ornamen. Dan yg paling berkesan adalah karena dia selalu memuji karya2ku. Hehehe
9. Pak Jay: (Zainuddin), guru seni lukisku di SMA. Dia mengajari kami teknik mengarsir hitam putih, juga teknik menggunakan cat air, gradasi warna dll. Pelajaran yang paling membekas bagiku adalah membuat (aku lupa namanya) semacam bingkai yg berisi gambar bunga2 dan serangga taman. Ternyata dia menyukai bingkaiku yg rumit dan unik. Waktu itu dipilih beberapa yg terbaik untuk dipajang di ruang guru, dan karyaku adalah salah satunya hehe
10. Waone: (Wawan) teman sekelasku di SMA kelas 1 dan 2. menurutku dia seniman sejati! Manga, animasi, otak atik Corel (secara jaman itu program ini masih langka banget), membuat film. Semua diembatnya!! Dia selalu menjadi murid kesayangan Pak Jay. aku tidak pernah bisa mengalahkannya (secara di kelas q tenggelam banget). Tapi dialah yg membuatku terus berkarya dan berkarya. Aku gak tahu dia skrg kuliah dimana. Dengar2 sih di IKJ. sepertinya dia mau menjadi sutradara. Moga ketika itu terwujud, dia masih mengingatku. Hehehe.. (dapat kenalan sutradara film? Seru tuh)
11. Aru: (Nasaruddin), teman SMA ku yang hobi menulis. Cerpennya bisa menghebohkan seantero sekolah. Wah wah!! Sisi jeleknya, dia pernah kedapatan guru menggambar cewek bugil saat pelajaran masih berlangsung di kelas. Tapi yg paling menghebohkan adalah beberapa bulan setelah peristiwa itu, dia tiba-tiba menjadi seorang ikhwan yg luar biasa Gadhdhul Bashor nya: anti melirik ke arah cewek apalagi menatap. Setahuku sejak itu dia aktif di Wahdah Islamiyah, mungkin saja sampai sekarang (aku gak pernah dengar kabarnya lagi). Semoga karya2nya selalu tercipta
12. Yanuardi Syukur dan S. Putra Sulaiman: orang2 FLP (Forum Lingkat Pena) yes..! yes!! Akhirnya aku menemukan mereka!!!
[Postingan ini benar2 gak penting banget ya?? Tapi namanya juga blog pribadi, jadi terserah empunya dong, mau diisi apa saja.. hehehe.. silakan kalo ada yg mau baca n mengomentari…]
Jumat, 30 Mei 2008
Filosofi Patronus

Bagi penggemar Harry Potter, dan yang sudah nonton or baca buku HP seri 3 (the Prisoner of Azkaban) tentu tahu Patronus... yakni suatu sihir yang menjadi tameng yang dipergunakan untuk melawan Dementor,makhluk yg paling menakutkan di Dunia Sihir.
untuk menggunakan mantra Patronum :
katakan "Expecto Patronum", sambil memikirkan tentang kebahagiaan yg pernah kamu alami
ada suatu filosofi menarik yg kuambil ketika Harry diajar oleh Prof.Lupin untuk menggunakan mantra ini
prof. Lupin berkata "Dementor adalah makhluk yg menyerap kebahagiaan manusia, dan menghadirkan kenangan2 buruk dan ketakutan2 dalam diri manusia. Sehingga siapa pun yg ada di sekitarnya akan merasa menjadi orang yang paling merana di dunia. maka untuk melawannya, gunakan Patronus dengan menghadirkan kenangan2 indah yg pernah kamu alami"
maka Harry pun mencoba membayangkan kenangan-kenangan indahnya, yakni kenangannya ketika pertama kali menaiki sapu terbang. Namun ternyata kenangan itu tidak menghasilkan Patronus yg hebat...
Prof.Lupin mengarahkan untuk mencoba kenangan yg lebih indah lagi, dst.. harry pun mencoba terus, sampai pada suatu ketika, Harry berhasil membuat Patronus yg sangat hebat dan sangat kuat, dan menyerupai seekor Rusa, sperti Sprongs, Animags Ayahnya
Prof. Lupin bertanya "Kenangan apakah yg sangat hebat itu?"
Harry menjawab "Sebenarnya itu bukan kenangan,Sir. Melainkan mungkin sebuah impian. Ketika membuat patronus itu, aku membayangkan bagaimana rasanya bila aku bertemu dengan kedua orang tuaku. Itulah impianku yang sangat besar"
dari kisah itu, aku memetik sebuah filosofi:
"Ketika ketakutan dan kesengsaraan melandamu, maka ingatlah kenangan2 indah yg pernah kamu alami untuk menepisnya. Maka ketakutan itu akan sirna."
"Impian dan cita-cita adalah kekuatan terbesar dari manusia yg bisa membuat dirinya mampu mengalahkan segala ketakutan yg ada dalam dirinya"
Rabu, 28 Mei 2008
15 Place as My Imaginate Palace
Tempat-tempat yang sangat ingin kukunjungi,, (dari yang paling dekat sampe yg paling jauh):
• Pangkep: di sana orang tuaku
• Gorontalo: di sana adikku, Ayyid
• Jakarta: banyak yang tidak biasa di sana
• Bogor: di sana adikku, Aiko
• Bandung: pengen jalan-jalan ke ITB, itu kampus paling yang kuidamkan sejak SMA
• Bangka, Belitong: kampung halaman Andrea Hirata
• Malaysia (Semenanjung) : mau nyambi ke tempat K’Wahidah, K’Aisyah, K’Mae, K’Najoo, K’Sakinah, juga pengen ke Genting Highland
• Thailand: ke Halal Science Centre at Chulalongkorn University, plus meet Prof. Ekarin Zaifah, jg mau ke perkampungan Islam yang ada di sana
• Japan: negara Asia yang paling ku kagumi
• Adelaide, Aussie: ke tempatnya K’Musvidah
• Filistiin (Palestina): Negeri Anbiyaa, negri para Syuhada
• Mesir (Egypt): ke Al-Azhar University, Cairo, ke Alexandria, ke Sungai Nil dan kemana-mana
• Mecca & Medina: The Holy Land! Siapapun Muslim pasti ingin ke sana!
• United Kingdom: ketemu Keluarga Kerajaan, ke Chelsea, ketemu The Reds, The Blues, n The Three Lion, sekalian nonton Kick n Rush! Hehehe.
• Doitche (Jerman): jalan2 ke tempatnya Tina Dohna di Bremenn University, ke Stadion2 tempat Piala Dunia 2006, ke tempat2 bersejarah di sana, dll. Katanya orang2 Jerman itu yang paling ramah di Eropa, pasti seru!
Selasa, 15 April 2008
Hisab Diri

Sebuah perenungan di malam kelam dalam kebutuhanku terhadap penghambaan pada Rabb
dan atas sedih dan gelisahku
dan atas kemunafikanku...
maka, ijinkan aku menghisab diri
dalam tangisku...
Ya ALLAH...
Ampunilah iman ini yg selalu ragu
dan hati ini yg terlalu pilu
dan jiwa ini yg berbalur sembilu
dan izzah ini yg semakin gugu
dan otak ini terlalu lugu...
dan jihad ini yg tak pernah bersimbah peluh
dan raga ini yg terlampau kaku
dan jasad ini yg tak pernah berganti laku
dan cahaya mata ini yg semakin sendu
dan lisan ini yg selalu kelu
dan dakwah ini yg semakin bisu
dan tilawah ini yg tak lagi merdu
Ampunilah...hamba dari khilaf ini
dari malam yg munajat-nya sepi
dari lail yg tahajjud-nya mati
dari do'a yang pengharapannya tiada pati
dari sujud yg bekasnya usang
dari ruku yg jejaknya hilang
dari sedekap yg genggamannya renggang...
Ampunilah hamba dari segala dosa ini...
dan dosa-dosa yang tiada sanggup hamba kira
selayak mengira jutaan bulir pasir di lautan... padahal telah lebih adanya
dan ALLAHU RABBI..
bila kami dilanda futur, sungguh hanya Rahmat-Mu yang kami butuh...
----'nda...at warnet
Senin, 24 Maret 2008
my older blog
blog ku yg pertama: awal membuat blog,saya berekspresi di blognya FS,msh culun,cupu n gaptek aja.. buka aja : http://www.nda-classic-story.blogs.friendster.com/
blog-ku yg lain: http://izzahnida.multiply.com/ (Gak kerawat banget.. hehehe)
please check them out...

